Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Mengajar di Kampung???? Panggilan Jiwa Anda Sebagai Guru Akan Semakin Tertantang di Sana.
Sekian tahun lamanya, aku baru menyadari bahwa tantangan terbesar guru bukanlah bagaimana berdiri dan menyampaikan materi agar siswa menjadi paham. Melainkan bagaimana aku mampu membangun kesadaran dan rasa cinta mereka terhadap sekolah.
Setiap guru memiliki pandangan masing-masing tentang apa yang menjadi tantangan terbesar dalam melakukan tugasnya. Jika kita mengajukan pertanyaan tersebut kepada semua guru yang ada, tentu kita akan mendapatkan jawaban yang variatif. Jawaban yang variatif itu kita peroleh karena adanya faktor:
1. Faktor Internal
Faktor internal tentunya berhubungan dengan guru itu sendiri. Apakah tidak menguasai materi tertentu? belum mampu mengajar sesuai langkah-langkah pada RPP? atau jawaban yang paling relevan adalah belum mampu membuat rancangan pembelajaran yang menyenangkan sehingga proses pembelajaran yang berlangsung belum mampu memicu kemampuan siswa. Ini menjadi persoalan bagi sebagian besar kita guru
Sebenarnya ini hal yang sangat bisa diatasi. Kita dapat memanfaatkan media internet untuk mencari referensi, bagaimana melakukan rancangan pembelajaran yang menyenangkan. Dari berbagai referensi tersebut, bisa dipadukan atau dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan isi materi.
2. Faktor Eksternal
Kurangnya sarana prasarana sekolah. Utamanya adalah ketersediaan buku siswa. Ketersedian buku ssiswa yang memadai, akan sangat mendukung kegiatan belajar mengajar. Tanpa adanya buku siswa, akan membuat guru memutar otak dua kali lipat untuk membuat rancangan pembelajaran.
Tantangan yang lebih extreme, yaitu menghadapi siswa yang terkesan acuh tak acuh dengan sekolahnya, seperti sering alpa, tidak mengerjakan tugas, bolos sekolah, dan masih banyak lainnya.
Dari berbagai jawaban di atas, yang menarik untuk kita bahas yaitu tentang masih banyaknya siswa yang terkesan acuh tak acuh dengan sekolahnya, seperti sering alpa, tidak mengerjakan tugas, bolos sekolah dan lain-lain.
Sudah menjadi masalah yang selalu kita jumpai di setiap sekolah.Tidak bisa kita sangkali bahwa kesadaran anak di kota tentang pentingnya pendidikan, berbeda dengan anak yang di desa. Rendahnya pemahaman tersebutlah yang menjadi tantangan terberat sesungguhnya bagi guru yang mengabdikan dirinya pada sekolah di pedesaan.
Bagaimana guru bisa membangun rasa cinta mereka terhadap sekolah, membangun pola pikir yang baik ke pada siswa bahwa pentingnya pendidkan untuk meningkatkan kualitas diri mereka. IIlmu pengetahuan adalah tangga kesuksesan.
Tidaklah gampang bagi guru di pedesaan untuk membangun minat belajar siswa. Butuh kesabaran yang luar biasa hebat. harus sabar kepada anak2 yang tidak pernah mau mengerjakan tugas. selalu siap melakukan home visite (kunjungan rumah) bagi anak yang sering tidak masuk sekolah. Bahkan bisa dua sampai tiga kali dalam sebulan.
Ada juga anak yang pada hari-hari tertentu seperti hari pasar mereka lebih memilih ke pasar dibandingkan sekolah. Lebih memilih ikut acara adat atau perkawinan dibandingkan datang sekolah.
Bahkan parahnya lagi terkadang guru harus mencari anak untuk datang mengikuti ulangan atau ujian.
Bisa kalian bayangkan betapa diujinya panggilan jiwa anda sebagai seorang guru?
Anda benar-benar harus bisa menjadi layaknya orangtua bagi mereka.
Kolana, 14 Oktober 2021
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Popular Posts
Wali kelas= Menjadi Single Parent Untuk Bukan Anak Kandung, Juga Bukan Anak Tiri
- Get link
- X
- Other Apps
PEMILIHAN KETUA OSIS SMA NEGERI KOLANA, MASA BAKTI 2021/2022
- Get link
- X
- Other Apps
"Bagaimana guru bisa membangun rasa cinta mereka terhadap sekolah, membangun pola pikir yang baik ke pada siswa bahwa pentingnya pendidkan untuk meningkatkan kualitas diri mereka."
ReplyDeleteUbah paradigma orang/siswa sangatlah butuh waktu plus kesabaran. Tapi harus terus dilakukan. Jika mereka sudah memiliki perspektif yang benar tentang sekolah dan belajar, tanpa guru pun mereka bisa berhasil.
Selamat berjuang!
Trimakasih pak untuk masukannya 🙏
Delete